WHAT'S NEW?
Loading...

Borosnya orang Indonesia, transaksi belanja online capai Rp 50 triliun di tahun 2015

Belanja online memang sedang menjadi tren yang luar biasa pada saat ini, bahkan makin banyak orang yang makin gencar membuka toko online sendiri untuk mendapatkan bagian keuntungan yang besar dari belanja online.

Dengan potensi jumlah penduduk yang luar biasa banyaknya di Indonesia, banyak sekali industri-industri e-commerce besar yang mulai bermunculan di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam menambang uang. Bersenjatakan modal, para e-commerce besar tersebut menghamburkan modal tersebut untuk membentuk awareness pada penduduk Indonesia dan sekaligus merubah kebiasaan berbelanja penduduk Indonesia dari yang belanja pergi ke toko menjadi berbelanja secara online.

Belum lama ini, suatu badan riset Brand & Marketing Institute Research (BMIR) melakukan riset terhadap proses pertumbuhan cara berbelanja online pada Indonesia. Hasil riset tersebut telah dilakukan pada 10 kota besar yang konsumtif dengan total responden sebanyak 1000 lebih orang dengan usia sekitar 18 sampai dengan 50 tahun. Dengan hasil yang telah dilakukan tersebut diperkirakan bahwa industri belanja online di Indonesia akan mengalami pertumbuhan luar biasa kuat dimasa mendatang.

BMIR mencatat rata-rata orang Indonesia mengeluarkan biaya untuk melakukan belanja secara online dalam setahun mencapai Rp 825.000 per orang. Bayangkan saja dengan industri yang kian lama kian berkembang ini mencetak Rp 21 triliun transaksi belanja online yang dilakukan oleh penduduk Indonesia pada tahun lalu.

Lalu bagaimana dengan tahun 2015 ini? Angka yang diproyeksikan oleh BMIR akan meningkat sangat drastis pada tahun ini, yakni mungkin akan mencapai Rp 50 triliun atau bisa dibilang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal tersebut diproyeksikan dengan data tingkat perilaku konsumtif atau keborosan masyarakat di Indonesia yang akan meningkat ke angka 53 juta orang dan pengguna internet di Indonesia yang sekarang ini menduduki posisi 76 juta lebih pengguna yang setiap tahun meningkat rata-rata 20 persen. Apabila diperkirakan dalam jangka waktu sekitar lima tahun ke depan, angka online shopper kemungkinan akan meningkat dari 3% menjadi 30% jumlah penduduk Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment